Minggu, 10 Mei 2020

KLIRING


Manfaat Kliring antara lain :
1.     Bagi masyarakat, memberikan alternatif pembayaran (transfer of value) efektif dan efisien dan aman.
2.     Bagi bank, merupakan salah satu advantage service kepada nasabah, menjadi fee based income.
3.     Bagi Bank Sentral dapat secara cepat dan akurat mengetahui kondisi keuangan suatu bank maupun transaksi-transaksi yang terjadi di masyarakat.

Manfaat yang diperoleh dengan diterapkannya SKNBI bagi Bank Indonesia adalah efisiensi waktu dan biaya, khususnya dalam hal operasional kliring dengan ditiadakannya fisik warkat kredit; maintenance aplikasi kliring dengan digunakannya sistem yang terintegrasi di seluruh wilayah kliring. Tersedianya jangkauan transfer antar bank melalui kliring yang lebih luas dengan diakomodirnya kliring antar wilayah untuk transfer kredit. Memenuhi prinsip-prinsip manajemen risiko dalam penyelenggaraan kliring yang bersifat multilateral netting sesuai dengan Core Principles yang dikeluarkan oleh Bank for International Settlement (BIS).
Bagi Bank Efisiensi biaya orasional bank dalam pencetakan dan proses administrasi warkat kredit. Semakin luasnya jangkauan layanan bank kepada nasabah. Kliring yaitu sebagai sarana perhitungan suatu warkat antar bank dalam satu wilayah kliring yang sama yang bertujuan untuk dapat memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral. ( Giral yakni cek, giro, wesel pos, dan kartu kredit). Sehingga Kliring ini juga sangat dibutuhkan sebab kecepatan dalam dunia perdagangan jauh lebih cepat dari pada waktu yang dibutuhkan untuk dapat melengkapi pelaksanaan aset transaksi.
Kliring ini melibatkan manajemen dari paska perdagangan, pra penyelesaian eksposur kredit, untuk dapat memastikan bahwa transaksi dagang yang terselesaikan sesuai dengan aturan pasar, walaupun pembeli maupun penjual menjadi tidak mampu melaksanakan penyelesaian suatu kesepakatannya. Memberi efisiensi dalam sistem pembayaran nasional, memberi layanan transfer dana yang lebih cepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mengakomodasi kebutuhan pengguna, baik individu maupun korporasi, buat transaksi dengan nilai yang lebih besar.

Sabtu, 09 Mei 2020

Kompleksitas TSI yang Tinggi


Resiko yang terjadi pada penggunaan kompleksitas TSI yang tinggi
Resiko saat menggunakan kompleksitas TSI yang tinggi dapat menjadi sebuah tindakan atau kejadian yang mungkin merugikan keamanan sistem komputer. Rangkaian keadaan atau kejadian yang membiarkan orang atau alat lain untuk menimbulkan kesulitan yang berkaitan dengan informasi, melalui eksploitasi kelemahan – kelemahan dari produk teknologi informasi. Jika informasi tersebut jatuh ke orang yang tidak berhak maka bisa mengganggu hubungan pengguna, dan tuntutan.
Suatu keadaan atau kejadian yang potensial menimbulkan kerugian sistem dalam bentuk pengrusakan, pembukaan, modifikasi data atau penghalangan pelayanan, merupakan salah satu dampak dari tingginya penggunaan kompleksitas TSI. Pada kompleksitas TSI terdapat 4 macam sub, terdiri dari Integritas Sistem, Hubungan, Platform Hardware, dan Media Komdat. Dalam hal ini 4 macam sub kompleksitas saling berketergantungan satu sama lain dalam membangun TSI, salah satunya  membuat resiko kelemahan di dalam prosedur keamanan sistem, rancangan sistem, implementasi, pengendalian internal, dan sebagainya, yang bisa dieksploitasi untuk melanggar kebijakan keamanan sistem.
Penggunaan kompleksitas TSI yang tinggi tidak hanya dapat menyebabkan sebuah ancaman pada sistem kendali informasi, namun dapat juga berpengaruh pada keamanan dan pengendalian sistem yang dapat menyebabkan faktor
kelemahan pada konsumen atau sistem informasi (misalnya prosedur pengamanan sistem, rancangan perangkat keras, atau pengendalian internal) yang bisa dieksploitasi sehingga meimbulkan kerugian yang berhubungan dengan informasi TSI. Perlindungan aset juga menjadi salah satu hal yang dapat terpengaruh dengan penggunaan kompleksitas TSI yang tinggi, konsekuensi (negatif) organisasi, baik jangka pendek maupun jangka panjang, yang disebabkan oleh ancaman yang bisa mengeksploitasi kelemahan sistem.

Audit TI


Pengertian Audit TI
Audit teknologi informasi adalah suatu proses pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sebuah sistem komputer telah dirancang untuk menjaga integritas data, menjaga aset, memungkinkan tercapainya tujuan organisasi dapat secara efektif dan penggunaan sumber daya secara efisien. Audit TI juga dikenal sebagai audit pengolahan dataotomatis dan audit komputer.

Kegunaan Audit TI dalam Etika TSI
Tujuan Audit Teknologi Informasi adalah untuk mengevaluasi desain pengendalian internal sistem dan efektivitas. Tidak terbatas pada pada efisiensi dan keamanan protokol, proses pengembangan, dan tata kelola TI. Instalasi kontrol sangat diperlukan, tetapi perlu adanya keamanan protokol yang memadai agar tidak ada pelanggaran keamanan, dalam etika TSI faktor keamanan menjadi salah satu hal yang penting dan sering menjadi celah pelanggaran etika dalam penggunaan TSI, sehingga fungsi audit TI sangat diperlukaan disini. Menjaga lajur keamanan pengguna dalam menggunakan taknologi infromasi menjadi salah satu kegunaan audit TI Dalam lingkungan Sistem Informasi (SI), audit adalah pemeriksaan sistem informasi, input, output, dan pengolahan.

Contoh Audit TI yang berkaitan dengan Etika TSI
Di dalam suatu audit etika, seorang auditor internal mengadakan pertemuan dengan seorang manajer dalam beberapa sesi pertemuan untuk mempelajari bagaimana unit manajer tersebut menerapkan paham perusahaan. Dalam pertemuan itu auditor mungkin akan bertanya pada manajer penjualan apakah perusahaan pernah kehilangan pelangan karena tidak memberikan bonus kepada agen pembelian.
Sumber :


Selasa, 05 Mei 2020

Penggunaan Kartu Perbankan


Pengalaman Penggunaan kartu Perbankan
            Dalam kehidupan sehari – hari pada jaman modern seperti sekarang ini, kegiatan jual beli banyak dilakukan secara online tidak perlu bertatap muka seperti kegiatan jual beli pada umumnya, hal ini juga memicu dibuatnya dompet virtual untuk menyelesaikan pembayaran tersebut. Pengalaman saya dalam penggunaan kartu perbankan adalah kartu Flazz untuk beragam keperluan pembayaran transportasi dan makanan di mini market, dikarenakan hingga saat ini saya masih belum memiliki rekening bank sendiri sehingga tidak dapat memiliki kartu ATM maka saya banyak menggunakan kartu Flazz ini untuk beragam keperluan.
            Kartu Flazz sendiri merupakan produk dari bank BCA, banyak ragam kartu sejenis kartu Flazz ini seperti E – Money, TapCash, dan lain lain.
Contoh Kartu Pembayaran Elektronik
Saya memilih kartu Flazz dari BCA dikarenakan kartu Flazz mendapat lebih banyak dukungan terhadap alat transportasi dan pembayaran di minimarket, untuk pengisiannya pun dapat dilakukan di minimarket manapun.
 Untuk keamanan kartu Flazz ini sendiri sebenarnya tidak memiliki sistem keamanan seperti layaknya kartu ATM, kartu debit, maupun kartu Credit, yang memiliki sistem keamanan berupa pin setiap kali melakukan transaksi, kartu Flazz dan kartu kartu sejenisnya, tidak memerlukan vrifikasi keamanan semacam itu dalam penggunaannya siapapun, cukup mengisi saldo, dan lakukan pembayaran tanpa harus melewati sistem keamanan terlebih dahulu.
            Dalam keseharian saya yang terbilang sering menggunakan angkutan transportasi umum seperti MRT, KRL, Transjakarta, saya sangat senang dapat memiliki kartu Flazz ini, selain memudahkan transaksi, kartu Flazz juga memudahkan dalam penyimpanan uang, sehingga tidak perlu lagi menyiapkan uang pas sebelum naik kendaraan umum. Kartu Flazz sendiri tidak memiliki batas kadaluarsa da peremajaan kartu seperti kebanyakan kartu ATM ataupun Credit, kartu Flazz dapat dipakai selamanya, selama kartu itu sendiri tidak rusak fisik yang menyebabkan sistem scanning saat melakukan pembayaran menjadi bermasalah.
Gerai Bank BCA pada lokasi Transportasi umum
 Untuk mendapatkan kartu Flazz pun terbilang sangat mudah, kartu Flazz dapat dimiliki tanpa harus memenuhi syarat teretentu seperti berumur 17 keatas dan memenuhi aturan pembatasan saldo, tanpa harus mengisi formulir dan mendatangi bank terkait untuk mmendaptkannya seperti halnya saat akan membuat rekening dan kartu ATM, pengguna dapat menemui banyak penjual kartu Flazz pada halte maupun stasiun transportasi umum, dan dapat langsung menggunakannya ( pada umumnya kartu Flazz perdana memiliki saldo sebesar 20,000 ) harga untuk kartu Flazz sendiri cukup murah sebesar 50,000 rupiah, dengan isi saldo 20,000. Penggunaan kartu Flazz dan sejenisnya sangat direkomendasikan pada jaman sekarang ini, dimana banyak transportasi umum mewajibkan pembayaran menggunakannya.